Nasib Pulau-Pulau Kecil Terluar Indonesia
Tadi siang gue nonton acara Metro Realita. Acara itu ngebahas tentang keadaan pulau-pulau kecil terluar Indonesia. Menarik banget deh soalnya secara geografis pulau-pulau itu lebih deket ama negara tetangga. Kan perlu dikuatirin tuh kalo tiba-tiba negara tetangga ngeklaim pulau-pulau itu jadi miliknya.
Pulau yang dibahas pertama adalah Pulau Sebatik yang letaknya di Kalimantan Timur. Pulau ini terbagi jadi dua. Yang utara jadi milik Malaysia. Yang selatan masuk wilayah Indonesia. Pulau ini lebih deket ama Tawau, kota yang jauh lebih maju dan jadi bagian Malaysia, daripada ke Kalimantan.
Nah loh bener-bener rawan kan penduduknya bisa dicekokin ideologi orang Malaysia kan. Apalagi mata pencahariaan mereka bener-bener bergantung ama Malaysia soalnya mereka kebanyakan berdagang di kota Tawau. Untuk menuju ke sana aja gampang cukup minta cap PLB (Pas Luar Batas) dari pejabat berwenang. Fyi, PLB ini kek paspor tapi warnanya merah. Ga heran di situ ada istilah Indonesia Ibu Pertiwi sedangkan Malaysia Bapak Pertiwi. Lha wong mereka orang Indonesia tapi nafkah asalnya dari Malaysia.
Emang siy belom ada sengketa ama Malaysia tentang pulau ini. Menurut gue pemerintah harus lebih concern dunk. Tadi gue liat penduduknya keknya acuh aja. Secara KTP mereka masih WNI tapi namanya orang kecil yang lebih fokus ngisi perut pasti gampang ‘dipanas-panasi’ ama oknum luar, apalagi kalo oknum itu yang pegang kendali atas kehidupan mereka.
Presiden SBY pernah berkunjung ke Pulau Sebatik tapi keknya ga ada kemajuan yang pesat di situ. Seharusnya pemerintah lebih menggalakkan pembangunan fasilitas dan kualitas SDM situ. Hankam di situ juga perlu perhatian khusus tuh.
Slaen Pulau Sebatik, juga dibahas pulau kecil di utara Sulawesi. Gue lupa namanya, yang pasti inisial M. Pulau itu lebih deket ama Davao, Filipina instead of Manado. Penduduk di sini menurut gue lebih nguatirin soalnya mereka nyebut Indonesia jauh dari tempat tinggalnya. Padahal mereka kan masih WNI dan wilayahnya masuk Indonesia.
Ada juga pulau yang di sebelah utara Papua. Lagi-lagi gue lupa namanya. Pulau ini berbatasan ama negara something (lupa juga namanya) di kepulauan pasifik. Gue salut ama bumiputra di situ. Beliau tuh nuntut ilmu ampe Manado dan ngabdiin dirinya buat ngajar anak-anak SD di asalnya demi kemajuan di situ.
Resiko negara kepulauan yah gitu itu ya. Apalagi negara kita termasuk negara berkembang. Susah kalo harus traveling antarpulau. Pasti orang-orang mikir masalah biaya transportasi yang mahal. No wonder kalo orang-orang yang lebih deket ke negara tetangga lebih milih pergi ke sana daripada ke kota yang masuk wilayah Indonesia. Makanya pemerintah buruan bagusin fasilitas umum including transportasi!!!


Paspor merah itu artinya cuma berlaku untuk lintas batas.Itu yang keluarkan Imigrasi Indonesia buat penduduk kita di perbatasan.Jadi kalau mau dipakai ke Singapura dll,nggak bisa.Sifatnya cuma pass lewat aja.
Soal Pulau Sebatik,itu memang kesepakatan Inggris dan Belanda dulu bagi dua.Bagi utara belong to Inggris, selatan belong to Belanda. Gitu…
Pulau M itu Pulau Miangas.Kalau yang di Samudera Pasifik di utara Irian Jaya, namanya Pulau Bras dan Pulau Fani.Ntar aku kirim email data-data pulau itu. Kalau soal pulau-pulau terluar alias terdepan, nggak usah ragu.Soal data,lengkap.Maklum, dinas di AL.Ha..ha..ha..
Dalam ilmu geopolitik, ada yang namanya frontier area.Frontier area itu pasti ada perebutan sphere of influence antara dua negara yang berbatasan.Influence itu melintasi batas fisik negara.Itulah yang terjadi di perbatasan Indonesia-Malingsia di Kalimantan, Indonesia-Filipina di Pulau Miangas dan lain-lain.Tapi kita juga harus ingat,bahwa sphere of influence kita juga memasuki wilayah Papua Nugini dan Timor Timur.Warga negara kedua negara di perbatasan dengan Indonesia lebih suka berinteraksi secara ekonomi dengan Indonesia daripada dengan negara induknya. Jadi sphere of influence itu suatu hal yang wajar dalam hubungan antar negara untuk meluaskan pengaruh geopolitiknya.
Cuma dalam kasus dengan Malaysia dengan Filipina,itu jadi masalah besar buat kita.Munculnya Askar Wataniah yang rekrut WNI karena itu.Terus siapa yang harus tanggap jawab?
Kalau masalah perbatasan,mohon tidak diidentikkan dengan militer.Militer hanya tanggung jawab soal pertahanannnya saja.Kalau soal kesejahteraan,itu urusan Depdagri/pemda.Pertanyaannya, seberapa peduli Depdagri/pemda untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia di perbatasan? Nggak usah muluk-muluk tuntut WNI di perbatasan harus miliki patriotisme kalau urusan perut belum diurus oleh pemda.
Aq kmrn juga smpt liat acara di Global TV nama acaranya “Maaf Bung Rupiah tidak laku disini” yang nayangin kehidupan masyarakat Indonesia di daerah perbatasan, dan kebetulan kmrn yang disorot pulau Sebatik itu….
Parah g siy, waktu ada penduduknya yg diwawancara, Ibu2 paro baya gt de…ditanya nama presiden indonesia dia g tau, pancasila dia g tau juga…haduw…itu ibu emang bnr2 menggambarkan mayoritas penduduk situ ato cuma ibu itu aja yg rada kuper, ga tau de….
Untungnya waktu anak2 sekolah nya, seumuran eSDe gt disuruh nyebutin pancasila dia bisa nyebutin..meski agak2 mikir lama, nervous kali ya coz masuk tipi…hehehe….tp sedihnya lagi, waktu ditunjukin uang rupiah mereka ga tau itu brp rupiah mereka malah bilang “itu rupiah ya?”TWENK!!!mungkin karena mereka emang lebih familiar ma ringgit, secara mereka klo belanja kebutuhan pokok di Tawau itu….
TP yang uniknya di daerah apa gt…aq lupa namanya, 1 rumah bisa 2 negara…jadi dari halaman depan sampe ruang tengan masuk wilayah NKRI, tp dapur kebelakag itu uda wilayah malaysia…hehehe lucu juga ya klo misalnya ada petugas imigrasi iseng dateng, trus dia maw pergi ke dapur rumahnya sendiri harus nunjukkin paspor merah itu hehehe….
Yah semoga aja pemerintah indonesia tercinta bisa ngeh n perhatian ma hal2 itu, lama2 abis juga ni wilayah NKRI klo direbut2 terus…
wah…mbak Wina ternyata tertarik juga dengan nasib pulau-pulau kecil di Indonesia ya? Wah kalo mau lebih tahu bisa datang langsung ke Dept. kelautan dan Perikanan. Ada khusus yang nanganin hal itu lho. Kelihatannya cocok lho….dengan keingin-tahuan mbak….
Dijamin asyik deh kata temanku, ngobrol pulau-pulau kecil dengan orang Dept. Kelautan dan Perikanan. Di coba ya…..?
thanks
Pulau terluar perbatasan Indonesia dengan Filipina is Pulau Miangas mbak!
Kbetulan saya pun concern dgn daerah peratasan ngara kita ini!
skedar tambahan aja bahwa kita harus optimis dengan pemerintah kita walo trkesan lamban n baru2 ini telah ditandatanganinnya Perjanjian perbatasan bagian barat yakni Indonesia dengan Singapura tgl 10 maret 2009.
Tp pmerintah pun hrs brtindak cepat akan pendaftaran data pulau-pulau kita ke PBB sesuai ksepakatan UNCLOS 82 bulan November ini trkhir deathline!!!
@Jeny: Boleh donk dikenalin ama temennya di situ
@Janto: Yup, pemerintah kita harus cepet daftarin nama-nama pulau