RSS

Masih Ada Diskriminasi

10 Sep

Gue rada kaget gue pernyataan Condoleezza Rice di sini. Keknya di USA sono masih ada diskriminasi antara white and black people, terutama di Deplu AS kek pernyataan Rice.

Kita boleh bangga donk Deplu kita terdiri dari berbagai macem suku. Gue ga tau persis di dalemnya gimana. Yang jelas gue tau sistem rekrutmen Deplu kan selalu ada jatah sekian persen buat aplikan dari luar Pulau Jawa. Yang gue tau persis ada suatu angkatan Sekdilu yang terdiri dari orang Papua, Sumatera, Sulawesi, dsb. Semoga aja keanekaragaman itu bisa bikin orang-orang saling menghormati. Trus kalo soal promote tergantung kualitas masing-masing regardless gender, fisik, dan SARA.

Speaking of which, gue jadi inget obrolan ama temen-temen beberapa hari yang lalu. Kita waktu itu ngobrolin tingkat diskriminasi di perusahaan-perusahaan ngetop di Surabaya masih sangat tinggi. Menyedihkan banget sih kalo di Surabaya masih ada perusahaan yang ga mau nerima pegawai yang berjilbab. Ada juga yang ga mau nerima pribumi. Ada juga perusahaan yang beranekaragam pegawainya tapi soal gaji, yang pribumi separuhnya gaji orang keturunan Tionghoa. Gue tau dari pengalaman pribadi, cerita temen-temen, bahkan masih banyak keluhan kek gitu di rubrik konsultasi majalah YDSF (Yayasan Dana Sosial Al-Falah).

Apa karena wanita berjilbab kerjanya lebih lamban? Nggak kan!! Gue aja lincah lho😉 Apa karena pribumi bodoh? Nggak juga kan. Justru banyak tuh pribumi dan orang-orang dari kota kecil sukses banget. Presiden SBY aja asalnya dari kota kecil Pacitan. Menurut gue perusahaan-perusahaan yang memberlakukan diskriminasi itu inexcusable. Itu mah preferensi pribadi aja. Bisa juga hal itu disebabkan karena permintaan klien perusahaan itu. Tau sendiri kan emang iklim kehidupan di Surabaya masih terkotak-kotak antara pribumi ama keturunan Tionghoa.

Gue bersyukur banget bisa kerja di Jakarta, melting pot berbagai macam suku bangsa tanpa dibeda-bedain. Di kantor gue sekarang juga ada orang Sunda, Jawa, Batak, Bugis, keturunan Tionghoa, Padang, ekspat juga ada, dan kita fine-fine ajah. Kalo di semua kota dan semua negara lebih open minded dan educated memandang perbedaan ini, alangkah indahnya dunia ini *daydreaming*

 
6 Comments

Posted by on September 10, 2008 in happening, office, thoughts

 

6 responses to “Masih Ada Diskriminasi

  1. disty

    September 10, 2008 at 3:59 pm

    Semoga kita sendiri bisa menerapkan teori “saling menghormati” dan tidak melulu menuntut orang untuk saling menghormati. Ga penting orang lain menghoramti kita ato ga, yg penting adalah kita sendiri yg harus selalu menghargai sesama…

     
  2. bootdir

    September 10, 2008 at 4:10 pm

    Diskriminasi itu istilah orang yang dirugikan. Kalo yang diuntungkan menamainya privilege.😆
    Yakin di EY ekspat tidak punya privilege?🙂

     
  3. Wina Dahlan

    September 11, 2008 at 3:22 am

    @Bootdir: Kalo privilege buat ekspat mah wajar kali ye. Menurut informasi, di EY sekarang perlakuan gaji dah sama kek orang lokal kok.

     
  4. Allhands

    September 11, 2008 at 11:14 am

    Siapa bilang di Deplu nggak ada diskriminasi? Di sana ada persaingan antar almamater universitas. Persaingannya nggak sehat, bukan yang sehat. Kalau alumni universitas B jadi pejabat penting, di jajaran bawah yang promosi juga kebanyakan dari almamater yang sama. Apa itu nggak diskriminasi?

     
  5. OutOfTheMind

    September 14, 2008 at 8:17 am

    Yups, it’s true, dear… Kemarin sempat liat iklan di koran, “dicari yang tidak berjilbab”. Honestly, sedih. Kenapa? Jilbab kan identitas kita. Dulu pernah kejadian di kampus (kebetulan muslim jadi minoritas, meski bukan sekolah dengan agama tertentu), ada teman mencalonkan aku jadi jubir buat kampus, tapi ditolak oleh pihak kampus, alasannya aku pakai jilbab🙂 temenku itu (kebetulan, warna keturunan dan non muslim), bela aku, “emang napa berjilbab? kalo dia punya kemampuan dan bisa kasih kontribusi positif kenapa enggak?” Jujur, tersanjung ada yang belain aku dari non muslim🙂 tapi, ternyata masih banyak lagi di luar sana yah…

     
  6. Wina Dahlan

    September 14, 2008 at 5:10 pm

    @Rifqa aka OutOfTheMind: Yah gitu lah kalo orang-orang di dunia bisnis ga open minded. Korbannya kebanyakan orang muslim terutama yang berjilbab.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: