RSS

Gara-gara Mata Ikan

16 Mar

Sekitar sebulan yang lalu telapak jari kaki kiri saya ada yang sebagian kecil menebal. Di tengah-tengahnya ada satu titik item kecil. Saya curiga kalo itu mata ikan tapi saya belom bawa ke dokter juga. Saya emang tipe orang yang males minum atow pake obat apalagi ke dokter…. behhhhh amit-amit deh.

Awalnya saya kupasin sendiri tuh penebalan kulit. Pliz yah jangan ditiru yah soalnya secara medis ga bener dan ga higinis :p Saya kupas kulitnya maksud hati sampe item2nya kecabut juga. Ga jelas item-itemnya dah kekupas apa belom pokoknya sampe berdarah so stop aja dulu. Ternyata kulitnya tumbuh nebel lagi. Saya nyoba lagi prosedur ‘operasi’ tadi beberapa kali hehehe.

Hasil operasi sendiri tentunya gagal. Masih ada tuh mata ikannya. Mumpung belom tumbuh lebih gede, saya coba priksain ke dokter klinik di kantor. It was Tuesday March 9, 2010. Beneran vonisnya mata ikan. Sebenernya saya mo dikasi resep salep trus ditunggu dulu seminggu. Kalo mata ikan belom ilang kudu diangkat deh. Karna ga ada salepnya di apotek kantor, jadi saya dirujuk ke dokter spesialis kulit.

Saya dateng ke rumah sakit Stella Maris yang deket kantor ajah. It was Wednesday March, 10, 2010. Gue heran deh, kaki cuman diliat beberapa detik trus langsung dirujuk ke dokter bedah. Alasannya dia ga punya alat untuk ngangkat flavus *somehow i remember the word ‘fluffy’ which is gagnyambung.com* alias mata ikan. Saya tanya donk bukannya ada salep yang bisa rontokin mata ikan *selama masih kecil*. Sebelumnya saya tau hasil dari googling juga kok. Katanya ga ada salep macem gitu. Nah loh?!&*%#

Then, saya masuk ke poli bedah. Positif de saya mo dijadwalin minor surgery alias operasi kecil (ok). Saya maunya asap jadi besoknya saya minta dioprasi. Jadwal ok-nya Kamis jam 9 pagi.

Saya ngeliat sendiri loh gimana oprasi pengangkatan flavus. Lah wong jari kaki cuman dibius lokal aja. Pas kaki disuntik obat bius aja yang sakit banget. Selebihnya saya ngerasa rileks. Saya sempet merhatiin dan wondering kenapa bangunan rumah sakit di Indonesia ga sebagus film Grey’s Anatomy yah? Hehehe… Bahkan dalam ruang oprasi pun saya ngira bakal ada ruang kecil di luar ruang oprasi tempat dokter-dokter laen ‘ngintip’ proses oprasi *well… okay I admit I must be brainwashed by Grey’s Anatomy*

Oia, meskipun judulnya ok tapi saya tetep disuruh ganti baju oprasi. Bahkan jilbab dan segala macem perhiasan disuru lepas. Saya minta penutup kepala sebagai gantinya jilbab. Padahal sebelumnya bayangan saya ga perlu ganti baju, cukup masuk ruang oprasi langsung ‘digarap’. Bahkan saya rencana mo nyuting proses ok pake kamera ponsel wuakakak :p

Setelah bius bekerja, telapak kaki kiri saya diolesi betadine *warning before, bagi yang jijik ama darah ga usah baca the rest of this post*. Trus spot yang mo ‘dicongkel’ dibersihin. Pisau bedah siap ngiris membulat di area flavus. Setelah itu bulatan kulit yang dah teriris tersebut diangkat deh. Akibatnya, darah mengalir keluar dari ‘lobang’ tadi. Spot tadi dibersihin lagi trus dijait tiga kali. Setelah dijait, lobangnya kan lumayan ketutup then dibersihin lagi. Afterward, baru deh jari kaki itu ditutup plester. Kemudian jari kaki siap disajikan wueheheh…Nggak lah ding, setelah itu boleh pulang kok :p

Sebelum pulang, saya dimasukkin ke recovery dulu bentar. Di sini saya diliat reaksi biusnya gimana. Mata saya bolak-balik diliatin. Maksudnya diliat apa mata saya jadi merah apa ga. Saya juga ditanyain pusing apa ga. Yang saya rasain waktu itu efek bius di kaki lumayan bikin telapak kaki kiri saya kram. Urat di telapak kaki aja kliatan banget berubah jadi putih. Slaen itu, saya disuru nunggu masalah admin di ruang oprasi. Yaelahhhhh….tetep yah gaya rumkit di Indonesia, pasien boleh pulang kalo urusan admin (baca: bayar) dah kelar.

 
10 Comments

Posted by on March 16, 2010 in announcement, experince, happening, thoughts

 

10 responses to “Gara-gara Mata Ikan

  1. Allhands

    March 17, 2010 at 10:29 am

    Ah..Stella Maris Hospital. I was there about 1980 or 1981. I dont remember what year exactly, because I was 4 or 5 years olds. I got problem with my noise band at the time being, so I had to go there and got “major medical treatment” . The hospital building was huge, the ceiling was high, old architecture style right in front of the beach. Right??? We can see ships travel from hospital. It was. I dont know the current scene, whether still same or has change. It was the best hospital in Makassar once upon a time, but still the best now???

     
  2. Allhands

    March 17, 2010 at 10:38 am

    Sorry, I mean I got problem with my voice band, not my noise band:)

     
    • Wina Dahlan

      March 17, 2010 at 12:03 pm

      Well…. First time I went to Makassar, I fell in love with its architecture. But when I was operated there, I thought the interior is old-fashioned or….. it just me who likes modern architecture at the moment?
      I don’t think it’s the best hospital anymore coz many hospitals here have their own specialties.

       
  3. xiaoxuaner

    May 8, 2010 at 12:36 pm

    Hi Mrs. Wina, I’m currently facing the same problem as you did before. I thought I could cure this with some external meds, called “Callusol”.
    And am just applied this for once. What I wanna know is, how much is the surgery fee for removing this? And which hospital should I go?

    Thank you so much..
    Waiting for you reply soon.

    Have a nice day,
    Debby

     
    • Wina Dahlan

      May 10, 2010 at 7:12 am

      Hi Debby,

      I hadn’t used Callusol yet before the operation. Sometimes I regret it.
      In Makassar the cost about a mllion IDR. You should go to any hospital which has surgeon. I went to the skin specialiast first but he references me to the surgeon in order to conduct the minor surgery.

      Hope this can help you🙂

       
  4. Yeni 23

    March 18, 2012 at 4:20 pm

    ealah win….. aku searching mata ikan, lah kok nemu mata ikan nang sikilmu

    i-)

     
    • Wina Dahlan

      March 19, 2012 at 10:46 am

      kena mata ikan jugak yak😉

       
  5. Catatanku

    March 30, 2012 at 2:08 am

    Ora… mata sapi jauh lebih enak dari pada mata ikan, Win.

    hehehe

     
  6. Meka

    February 4, 2013 at 11:22 am

    teman2 aku pernah kena mata ikan tp shukurnya ga pernah sampai ke meja operasi cukup dengan salep tapi nama salepnya lupa….apa ya???

     
    • Wina Dahlan

      April 5, 2013 at 7:56 am

      Kalusol ya kalo ga salah namanya

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: